Saat akad nikah : "aku terima nikah nya si
dia binti ayah si dia dgn Mas kawin......."
Singkat, padat, dan jelas.
Tapi tahukah makna dalam "perjanjian/
ikrar" tersebut?
"Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia
dari orang tua nya, dosa apa saja yg telah
dia lakukan dari tidak menutup aurat
hingga meninggalkan sholat. Semua yg
berhubungan dengan si dia, aku tanggung
dan bukan lagi orang tua nya yang
menanggung, serta akan aku tanggung
semua dosa calon anak-anakku".
Jika aku GAGAL?
"Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar,
dan rela masuk neraka, aku rela malaikat
menyiksaku hingga hancur tubuhku'' (HR.
Muslim).
Duhai para istri,
Begitu berat nya pengorbanan suami mu
terhadapmu..
Karena saat Ijab terucap,
Arsy-Nya berguncang karena beratnya
perjanjian yg dibuat oleh manusia di depan
RABB nya,
Dengan disaksikan para malaikat dan
manusia,
maka andai saja kau menghisap darah dan
nanah dari hidung suamimu,
maka itu pun belum cukup untuk menebus
semua pengorbanan suami kepadamu.
Rabu, 21 Mei 2014
Selasa, 20 Mei 2014
Isra’ Dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Pendahuluan
رواية أنس، رضي الله عنه، عن مالك بن صَعْصَعَة:
Al-Ghazali, Syaikh Muhammad, Studi Kritis Atas Hadits Nabi saw antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual (terjemah). (Bandung: Mizan, 1996)
Al-Qurtubi, Syamsuddin, Al-jami’ li Ahkam al-Quran yang dikenal Tafsir al-Qurtuby, Riyad: Dar Alamul Kutub, 2003.
Al-Syaukani, Muhammad, Fathul Qadir
Al-Thabari, Abu Ja’far, Jami’al Bayan fi Tafsir al-Quran (dikenal Tafsir al-Tabari), Muassasah Risalah, 2000.
Bakr, Abdurrahman Bin Abi. tt. Tafsir al-Dar al-Mansur fi Ta’wil Bil Ma’sur.
Katsir, Abi al-Fida Ismail bin Umar Ibn. 2001. Tafsir Ibnu Kasir, Jilid 3. Dar al-Salam li al-Nasyr wa al-Tauzi’: Riyadh
Khudlari, Syekh Muhammd, Tarikh Tasyri’ al-Islamy, Dar Ihya’ al-Kutub al-Arabiyyah.
Tp. Al-Quran al-karim Ma’al Tafsir- al-Ishdar al-Khamis, Mauqi’ Ruhul Islam.
tp. Mausu’ah hadis Nabawi al-Syarif, Al-Shahah wa al-Sunan wa al-Masanid, Berisi Shahih Bukhari Muslim, Sunan Turmuzi, Sunan al-Nasa’i, Sunan Abu Dawud, dll total 20 kitab hadis.
Tim Universitas Islam Indonenesia, Al-Quran dan Tafsirnya, Yogyakarta; UII, 1995,
Peristiwa isra’ dan mi’raj merupakan salah satu mukjizat Rasulullah saw[1]
yang juga sekaligus ujian keimanan bagi umat Islam. Masih tetap
berimankah setelah mendengar peristiwa itu atau justru menjadi murtad.
Peristiwa isra’ dan mi’raj secara logika biasa pada masa itu memang
menimbulkan berbagai keraguan yang menguji keimanan. Akan tetapi jika
dasar keimanannya memang kuat, maka dapat dengan mudah mengimani
peristiwa tersebut, karena bagi Allah SWT, segala sesuatu itu mungkin,
Allah yang menciptakan dan mengendalikan seluruh alam semesta.[2]
Peristiwa agung tersebut diperingati
setiap tahun di negeri kita, Indonesia. Bahkan tanggal 27 Rajab
ditetapkan sebagai hari libur nasional. Untuk itu, mungkin tidaklah
berlebihan, jika tanggal tersebut dijadikan oleh para tokoh nasional
pada menjelang kemerdekaan RI untuk mendirikan Sekolah Tinggi Islam
(STI) yang kini menjadi Universitas Islam Indonesia sebagai bentuk
pengagungan pada peristiwa tersebut. Namun demikian, bagaimanakah
pemahaman yang benar terhadap peristiwa tersebut? Untuk menjawabnya,
tulisan ini mencoba mengkaji ayat dan hadits-hadits yang berkaitan
dengan isra’ dan mi’raj beserta pandangan para ulama yang mu’tabar.
Isra’ dan Mi’raj dalam al-Qur’an
Di dalam QS. al-Isrâ’[17] :1 Allah menjelaskan tentang isra’:
سُبْحَانَ الَّذِى أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِى بَارَكْنَا لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّهُ هُوَالْسَمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Maha Suci Allah, yang telah
memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari
Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya,
agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)
Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS al-Isrâ [17]: 1)
Informasi yang kita peroleh dari ayat
tersebut di atas adalah bahwa Allah telah memperjalankan hamba-Nya di
suatu malam. Yang dimaksud dengannya ‘abdihi (hamba-Nya) adalah Rasulullah saw, dalam hal ini tidak ada perbedaan di kalangan mufassir. Kata ‘abdihi itu -bagi sebagian mufassir- sekaligus juga menunjukkan bahwa yang di-isra’-kan itu melibatkan ruh dan jasad beliau.[3] Namun hakikatnya hanya Allah yang tahu.
Kata al-isrâ’ sesungguhnya mengandung pengertian perjalanan di malam hari. Berbeda dengan safar yang maknanya lebih umum. Ketika disebutkan kata layl[an] (malam hari), maka berarti sebagai ta’kîd (penegas). Ini menunjukkan makna bahwa tempo perjalanan isra’ itu singkat yaitu hanya sebagian waktu malam.
Tujuan perjalanan isra’ itu dijelaskan dengan kata: linuriyahu min âyâtinâ (agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda [kebesaran] Kami). Kata âyâtinâ adalah berbagai keajaiban yang menjadi tanda kekuasaaan dan kebesaran Allah SWT, di bumi dan di langit. Ditambahkannya kata min sebelum âyâtinâ adalah li al-tab’îdh
(untuk menunjukkan sebagian), berarti tanda yang ditunjukkan kepada
Rasulullah saw itu hanya sebagian saja, tidak seluruhnya. Di antaranya
adalah yang disebutkan oleh berbagai hadits sahih tentang perjalanan
isra’ dan mi’raj.
Dan tentang mi’raj Allah menjelaskan dalam QS. al-Najm:7-18,
وَهُوَباِلْأُفُقِ الْأَعْلىَ (٧) ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى (٨) فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى (٩) فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى (١٠) مَا كَذَبَ اْلفُؤَادُ مَا رَأَى (١١) أَفَتُمَارُوْنَهُ عَلَى مَايَرَى (١٢) وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَى (١٣) عِنْدَ سِدْرَةِ اْلمُنْتَهَى (١٤) عِنْدَهَا جَنَّةُ اْلمَأْوَى (١٥) إِذْيَغْشَى الْسِّدْرَةَ مَايَغْشَى (١٦) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (١٧) لَقَدْ رَأَى مِنْ ءَايَاتِهِ اْلكُبْرَى (١٨)
“Sedang Dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian Dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
Maka jadilah Dia dekat (pada
Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu
Dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah
wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka
apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah
dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam
rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidrat al-Muntaha.
Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika
Sidrat al-Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya
(Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula)
melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda
(kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS al-Najm [53]: 7-18)
Sidrat al-Muntaha secara harfiah berarti
tumbuhan sidrah yang tak terlampaui yang berada di langit ke enam atau
tujuh, suatu perlambang batas yang tak seorang manusia atau makhluk
lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu hal-hal
yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam
al-Qur’an dan al-Hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana
Sidrat al-Muntaha itu. Akan tetapi secara jelas dikatakan oleh Qurtubi
bahwa hadits tentang itu sahih dari Bukhari.[4]
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ (١٩) ذِىْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِىْ الْعَرْشِ مَكِيْنٍ (٢٠) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِيْنٍ (٢١) وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍ (٢٢) وَلَقَدْ رَءَاهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِيْنِ (٢٣) وَهُوَ عَلَى اْلغَيْبِ بِضَنِيْنٍ (٢٤
“Sesungguhnya al-Qur’an itu
benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah
yang mempunyai ‘Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi
dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang
gila, dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.
dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang
ghaib.” (QS al-Takwir [81]: 19-23).
Beberapa ayat tersebut di atas
menggambarkan secara jelas bahwa isra’ dan mi’raj Rasulullah saw
diabadikan dalam al-Qur’an, ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut
benar-benar terjadi dan wajib bagi kita untuk mempercayainya.
Kisah Isra’ dan Mi’raj dalam al-Hadits
Kejadian-kejadian sekitar isra’ dan
mi’raj dijelaskan di dalam hadits-hadits nabi. Namun harus diakui bahwa
keterangan seputar isra’ mi’raj penuh dengan misteri, rahasia, teka
teki, dan kontroversi.[5]
Tentang kebenaran yang sejatinya seperti apa, hanya Allah dan
Rasululllah yang paling tahu. Hal penting yang pasti disepakati bahwa
isra’ dan mi’raj adalah benar terjadi dan merupakan mukjizat Rasul yang
wajib umat Islam beriman kepadanya. Menurut Tafsir al-Qurtuby, lebih
kurang ada 20 sahabat yang meriwayatkan tentang isra’, semua penulis
kitab hadits mencantumkan tentang hadits isra’. Menurut dia, kebanyakan
haditsnya mutawatir dan shahih, diantaranya yang diriwayatkan Anas Bin
Malik.[6]
Di antara cerita yang diceritakan dalam hadits adalah sebagai berikut:
رواية أنس، رضي الله عنه، عن مالك بن صَعْصَعَة:
قال الإمام أحمد: حدثنا عفان، حدثنا هَمَّام، قال: سمعت قتادة يحدث عن أنس
بن مالك: أن مالك بن صعصعة حدثه: أن نبي الله صلى الله عليه وسلم حدثهم عن
ليلة أسري به، قال: “بينما أنا في الحطيم -وربما قال قتادة: في
الحجر-مضطجعًا إذ أتاني آت” فجعل يقول لصاحبه الأوسط بين الثلاثة، قال:
“فأتاني فقدّ -وسمعت قتادة يقول: فشق-ما بين هذه إلى هذه”. وقال قتادة:
فقلت للجارود وهو إلى جنبي: ما يعني؟ قال: من ثغرة نحره إلى شِعْرته، وقد
سمعته يقول: من قَصَّته إلى شِعْرَته قال: “فاستخرج قلبي” قال: “فأتيت بطست
من ذهب مملوء إيمانًا وحكمة فغسل قلبي ثم حشى، ثم أعيد. ثم أتيت بدابة دون
البغل وفوق الحمار أبيض” قال: فقال الجارود: وهو البراق يا أبا حمزة؟ قال:
نعم، يقع خطوه عند أقصى طرفه. قال: “فحملت عليه، فانطلق بي جبريل، عليه
السلام، حتى أتى بي إلى السماء الدنيا، فاستفتح فقيل: من هذا؟ قال: جبريل.
قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: أوقد أرسل إليه؟ قال: نعم. فقيل: مرحبًا به،
ولنعم المجيء جاء” قال: “ففتح فلما خلصت، فإذا فيها آدم، عليه السلام،
فقال: هذا أبوك آدم، فسلم عليه، فسلمت عليه، فرد السلام، ثم قال: مرحبًا
بالابن الصالح والنبي الصالح. ثم صعد حتى أتى السماء الثانية، فاستفتح
فقيل: من هذا؟ قال : جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد قيل : أوقد أرسل
إليه؟ قال: نعم. قيل: مرحبًا به ولنعم المجيء جاء”، قال: “ففتح، فلما خلصت،
فإذا يحيى وعيسى وهما ابنا الخالة. قال: هذا يحيى وعيسى، فسلم عليهما.
قال: فسلمت فردا السلام ثم قالا مرحبا بالأخ الصالح والنبي الصالح.
ثم صعد حتى أتى السماء الثالثة فاستفتح، فقيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل:
ومن معك؟ قال: محمد. قيل: أوقد أرسل إليه؟ قال: نعم. قيل: مرحبًا به ولنعم
المجيء جاء”. قال: ففتح فلما خلصت، فإذا يوسف ، عليه السلام، قال: هذا
يوسف قال: “فسلمت عليه، فرد السلام ثم قال: مرحبًا بالأخ الصالح والنبي
الصالح.ثم صعد حتى أتى السماء الرابعة، فاستفتح، فقيل: من هذا؟ قال: جبريل.
قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: أوقد أرسل إليه؟ قال: نعم. قيل: مرحبًا
به، ولنعم المجيء جاء” قال: “ففتح فلما خلصت فإذا إدريس، قال: هذا إدريس
فسلم عليه”. قال: “فسلمت عليه. فرد السلام ، ثم قال: مرحبًا بالأخ الصالح
والنبي الصالح”. قال: “ثم صعد حتى أتى السماء الخامسة فاستفتح، فقيل: من
هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: أوقد أرسل إليه؟ قال: نعم.
قيل: مرحبًا به ولنعم المجيء جاء”. قال: “ففتح، فلما خلصت، فإذا هارون،
عليه السلام، قال: هذا هارون فسلم عليه. قال: فسلمت عليه فرد السلام ، ثم
قال: مرحبًا بالأخ والنبي الصالح”. قال: “ثم صعد حتى أتى السماء السادسة
فاستفتح، فقيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: أوقد
أرسل إليه؟ قال: نعم. قيل: مرحبًا به ولنعم المجيء جاء. ففتح، فلما خلصت،
فإذا أنا بموسى، قال: هذا موسى، عليه السلام، فسلم عليه، فسلمت عليه، فرد
السلام ثم قال: مرحبًا بالأخ الصالح والنبي الصالح”. قال: “فلما تجاوزته
بكى. قيل له: ما يبكيك؟ قال: أبكي لأن غلامًا بعث بعدي، يدخل الجنة من أمته
أكثر مما يدخلها من أمتي”. قال: “ثم صعد حتى أتى السماء السابعة فاستفتح،
قيل: من هذا؟ قال: جبريل. قيل: ومن معك؟ قال: محمد. قيل: أوقد أرسل إليه؟
قال: نعم. قيل: مرحبًا به ولنعم المجيء جاء”. قال: “ففتح، فلما خلصت، فإذا
إبراهيم، عليه السلام. فقال: هذا إبراهيم، فسلم عليه”. قال: “فسلمت عليه،
فرد السلام ، ثم قال: مرحبًا بالابن الصالح والنبي الصالح”. قال: ثم رفعت
إلي سدرة المنتهى فإذا نبقها مثل قِلال هَجر، وإذا ورقها مثل آذان الفيلة،
فقال: هذه سدرة المنتهى”. قال: “وإذا أربعة أنهار: نهران باطنان ونهران
ظاهران، فقلت: ما هذا يا جبريل؟ قال: أما الباطنان فنهران في الجنة، وأما
الظاهران فالنيل والفرات”. قال: ثم رفع إلي البيت المعمور. قال قتادة:
وحدثني الحسن، عن أبي هريرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه رأى البيت
المعمور يدخله كل يوم سبعون ألف ملك، ثم لا يعودون فيه.
ثم رجع إلى حديث أنس [قال: "ثم] أتيت بإناء من خمر وإناء من لبن وإناء من
عسل”. قال: “فأخذت اللبن، قال: هذه الفطرة وأنت عليها وأمتك”. قال: “ثم
فرضت الصلاة خمسين صلاة كل يوم”. قال: “فنزلت حتى انتهيت إلى موسى، قال ما
فرض ربك على أمتك؟” قال: “قلت خمسين صلاة كل يوم. قال: إن أمتك لا تستطيع
خمسين صلاة، وإني قد خبرت الناس قبلك وعالجت بني إسرائيل أشد المعالجة،
فارجع إلى ربك فاسأله التخفيف، عن أمتك “. قال: “فرجعت فوضع عني عشرًا،
قال: فرجعت إلى موسى، فقال: بم أمرت؟ قلت: بأربعين صلاة كل يوم. قال: إن
أمتك لا تستطيع أربعين صلاة كل يوم، وإني قد خبرت الناس قبلك وعالجت بني
إسرائيل أشد المعالجة، فارجع إلى ربك فاسأله التخفيف لأمتك. قال: فرجعت
فوضع عني عشرًا أخر. فرجعت إلى موسى فقال: بم أمرت؟ فقلت: أمرت بثلاثين
صلاة. قال: إن أمتك لا تستطيع ثلاثين صلاة كل يوم، وإني قد خبرت الناس
قبلك، وعالجت بني إسرائيل أشد المعالجة، فارجع إلى ربك فاسأله التخفيف
لأمتك”. قال: “فرجعت فوضع عني عشرًا أخر، فرجعت إلى موسى فقال: بم أمرت؟
قلت: بعشرين صلاة كل يوم. فقال: إن أمتك لا تستطيع لعشرين صلاة كل يوم،
وإني قد خبرت الناس قبلك، وعالجت بني إسرائيل أشد المعالجة، فارجع إلى ربك
فاسأله التخفيف لأمتك”. قال: “فرجعت فوضع عني عشرًا أخر، فرجعت إلى موسى
فقال: بم أمرت؟ فقلت: أمرت بعشر صلوات في كل يوم. فقال: إن أمتك لا تستطيع
لعشر صلوات كل يوم، وإني قد خبرت الناس قبلك، وعالجت بني إسرائيل أشد
المعالجة، فارجع إلى ربك فاسأله التخفيف لأمتك”. قال: “فرجعت فأمرت بخمس
صلوات كل يوم، فرجعت إلى موسى فقال: بم أمرت؟ فقلت: أمرت بخمس صلوات كل
يوم. فقال: إن أمتك لا تستطيع لخمس صلوات كل يوم وإني قد خبرت الناس قبلك
وعالجت بني إسرائيل أشد المعالجة، فارجع إلى ربك فاسأله التخفيف لأمتك”.
قال: “قلت: لقد سألت ربي [عز وجل] حتى استحييت، ولكن أرضى وأسلم. فنفذت،
فناداني مناد: قد أمضيت فريضتي وخففت عن عبادي”.
وأخرجاه في الصحيحين من حديث قتادة، بنحوه[7] .
Inti dari al-Hadits yang cukup panjang
tersebut adalah sebagai berikut, riwayat Anas bin Malik, pada malam
dijalankanannya Rasulullah saw dari masjid al-Haram datanglah kepadanya 3
orang pada saat sebelum turunnya wahyu, sedangkan Rasul pada waktu itu
sedang tidur di masjid al-Haram. Kemudian berkatalah orang yang pertama,
“Siapakah ini? Kemudian orang kedua menjawab, “Dia adalah orang yang
terbaik di antara mereka (kamunya).” Setelah itu berkatalah orang
ketiga, “Ambillah orang terbaik itu.” Pada malam itu Nabi tidak
mengetahui siapa mereka itu, sehingga mereka datang kepada Nabi di alam
yang lain dalam keadaan matanya tidur sedang hatinya tidak tidur.
Demikianlah para Nabi, meskipun mata mereka terpejam, namun hati mereka
tidaklah tidur. Sesudah itu, rombongan tadi tidak berbicara sedikitpun
kepada Nabi sehingga saatnya mereka membawa Nabi dan meletakannya di
sekitar sumur zam-zam. Kemudian Jibril-lah di antara mereka yang
menguasai diri Nabi, lalu Jibril membelah bagian tubuh, antara leher
sampai hatinya, sehingga kosonglah dadanya. Sesudah itu Jibril mencuci
hati Nabi dengan air zam-zam dengan menggunakan tanganya, sehingga
bersihlah hati beliau. Kemudian Jibril membawa talam yang terdapat di
dalamnya bejana emas yang berisi iman dan hikmah. Kemudian dituangkanlah
isi bejana itu membubuhi dada beliau dan urat-urat tenggorokannya.
Kemudian naik menuju ke langit dunia.
Menurut berbagai riwayat, ketika itu Nabi menaiki Buraq.
Ketika Nabi tiba di langit dunia, berkatalah Jibril kepada penjaga
langit, “Bukalah.” Penjaga langit itu bertanya, “Siapakah ini?” Ia
(Jibril) menjawab, “Ini Jibril.” Penjaga langit itu bertanya, “Apakah
Anda bersama seseorang?” Ia menjawab, “Ya, aku bersama Muhammad saw.”
Penjaga langit itu bertanya, “Apakah dia diutus?” Ia menjawab, “Ya,
ketika penjaga langit itu membuka, kami menaiki langit dunia. Di sana
dijumpainya Nabi Adam yang dikanannya berjejer para ruh ahli surga dan
di kirinya para ruh ahli neraka. Perjalanan diteruskan ke langit ke dua
sampai ke tujuh. Di langit ke dua dijumpainya Nabi Isa dan Nabi Yahya.
Di langit ke tiga ada Nabi Yusuf. Nabi Idris dijumpai di langit ke
empat. Lalu Nabi saw bertemu dengan Nabi Harun di langit ke lima, Nabi
Musa di langit ke enam, dan Nabi Ibrahim di langit ke tujuh. Di langit
ke tujuh dilihatnya Bayt al-Ma’mur, tempat 70.000 malaikat shalat tiap harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah masuk lagi.
Perjalanan dilanjutkan ke Sidrat
al-Muntaha. Dari Sidrat al-Muntaha didengarnya kalam-kalam (pena). Dari
Sidrat al-Muntaha dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non-fisik
(bathin) di surga, dua sungai fisik (dhahir) di dunia sungai Effrat dan
sungai Nil. Lalu Jibril membawa tiga gelas berisi khamr, susu, dan madu,
dipilihnya susu. Jibril pun berkomentar, “Itulah (perlambang) fitrah
(kesucian) engkau dan ummat engkau.” Jibril mengajak Nabi melihat surga
yang indah. Inilah yang dijelaskan pula dalam al-Qur’an surat al-Najm.
Di Sidrat al-Muntaha itu pula Nabi melihat wujud Jibril yang sebenarnya.
Puncak dari perjalanan itu adalah
diterimanya perintah shalat wajib. Mulanya diwajibkan salat lima puluh
kali sehari-semalam. Atas saran Nabi Musa, Nabi saw meminta keringanan
dan diberinya pengurangan sepuluh-sepuluh setiap meminta. Akhirnya
diwajibkan lima kali sehari semalam. Nabi enggan meminta keringanan
lagi, “Saya telah meminta keringan kepada Tuhanku, kini saya rela dan
menyerah.” Maka Allah berfirman, “Itulah fardhu-Ku dan Aku telah
meringankannya atas hamba-Ku.”
Hadis tentang isra’ dan mi’raj dari
riwayat Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari selain dari
Sa’sa’ah ada yang dari Abu Dzar. Sedangkan hadis riwayat Anas bin Malik
tentang isra’ dan mi’raj yang lain dari Ubay bin Ka’ab al-Anshari
diriwayatkan Imam Ahmad.[8] Secara umum, ringkas ceritanya hampir sama. Imam Muslim meriwayatkan hadits yang juga relatif sama, berbeda urutan saja.
Imam Ahmad juga meriwayatkan hadis isra’
dan mi’raj dari Jabir Bin Abdullah dan Huzaifah bin al-Yaman r.a. yang
derajatnya hadits hasan. Substansi isi haditsnya lebih sedikit, di
antaranya cerita tentang kendaraan buraq dan kewajiban shalat, tidak
sampai tentang bertemu para Nabi terdahulu.[9]
Sedangkan Imam Baihaqi meriwayatkan
hadits isra’ dan mi’raj dari Abi Sa’id Sa’d bin Malik dan Abdullah bin
Mas’ud yang juga menceritakan tentang kendaraan Nabi yang disebut Buraq,
tentang naik ke langit beberapa tingkat berikut pertemuan dengan para
Nabi terdahulu, dan perintah menjalankan shalat. [10]
Sedangkan Imam Turmuzi meriwayatkan
hadits isra’ dan mi’raj dari Saddad bin Aus yang juga menceritakan
tentang kendaraan Nabi yang disebut Buraq, dan tentang Nabi shalat di
Bayt Lahm.[11] Menurut Imam Ibnu Kasir, tentang Nabi melaksanakan shalat di Bayt Lahm adalah hadits munkar.
Cukup banyak riwayat hadits tentang
isra’ dan mi’raj, namun hadits yang menurut Syekh al-Albani adalah tidak
sah adalah yang memuat hal-hal sebagai berikut:
- Shalat sebelum isra mi’raj
- Isra dengan pakaian mutiara dan pelana emas
- Shalat di tempat didirikannya Masjid Damaskus
- Nabi-nabi yang meninggal shalat selama empat puluh hari di kuburnya
- Jibril berisyarat dengan jarinya sehingga terbelahlah batu
- Tiang-tiang putih seperti permata untuk al-Kitab
- Gambaran azab orang yang disiksa di neraka yang diperlihatkan kepada rasul saat mi’raj, azab bagi pemakan riba, azab bagi pezina, pengumpat, dan pencela, azab bagi pencaci makan
- Adanya tulisan di bawah Arsy tentang Ali bin Abi Thallib
- Adanya tulisan di pintu surga
- Fathimah berasal dari buah pohon surga
- Asal-usul mawar
- Jibril mengimami Rasulullah ketika shalat[12]
Penutup
Berdasarkan paparan singkat tersebut di
atas, nyatalah bahwa hakikat perjalanan isra’ mi’raj itu hanya Allah dan
Rasul yang tahu, karena nyatanya informasi dari al-Qur’an dan al-Hadis
tidak sampai detail. Sehingga ilmu manusia tak dapat menjabarkan hakikat
perjalanan isra’ mi’raj secara pasti. Dalam QS. al-Isra’[17]: 85 Allah
menegaskan bahwa manusia diberi ilmu sedikit sekali. Oleh karena itu,
hanya dengan iman, kita mempercayai bahwa isra’ dan mi’raj benar-benar
terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah saw. Mungkin itulah skenario Allah
untuk menguji keimanan hamba-hamba-Nya. Hal yang jelas dan pasti, bahwa
Allah menyampaikan perintah shalat wajib secara langsung kepada
Rasulullah saw melalui peristiwa isra’ dan mi’raj. Ini menunjukkan
kekhususan dan keistimewaan shalat sebagai ibadah utama dalam Islam.
Salat harus dilakukan oleh setiap muslim, baik dia kaya maupun miskin,
dia sehat maupun sakit, dan harus tepat waktu, tanpa pandang bulu. Wallahu A’lam bi al-Shawwâb.[]
MARÂJI
Al-Baghawi, Ma’alim al-Tanzil, tt, Dar TaybahAl-Ghazali, Syaikh Muhammad, Studi Kritis Atas Hadits Nabi saw antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual (terjemah). (Bandung: Mizan, 1996)
Al-Qurtubi, Syamsuddin, Al-jami’ li Ahkam al-Quran yang dikenal Tafsir al-Qurtuby, Riyad: Dar Alamul Kutub, 2003.
Al-Syaukani, Muhammad, Fathul Qadir
Al-Thabari, Abu Ja’far, Jami’al Bayan fi Tafsir al-Quran (dikenal Tafsir al-Tabari), Muassasah Risalah, 2000.
Bakr, Abdurrahman Bin Abi. tt. Tafsir al-Dar al-Mansur fi Ta’wil Bil Ma’sur.
Katsir, Abi al-Fida Ismail bin Umar Ibn. 2001. Tafsir Ibnu Kasir, Jilid 3. Dar al-Salam li al-Nasyr wa al-Tauzi’: Riyadh
Khudlari, Syekh Muhammd, Tarikh Tasyri’ al-Islamy, Dar Ihya’ al-Kutub al-Arabiyyah.
Tp. Al-Quran al-karim Ma’al Tafsir- al-Ishdar al-Khamis, Mauqi’ Ruhul Islam.
tp. Mausu’ah hadis Nabawi al-Syarif, Al-Shahah wa al-Sunan wa al-Masanid, Berisi Shahih Bukhari Muslim, Sunan Turmuzi, Sunan al-Nasa’i, Sunan Abu Dawud, dll total 20 kitab hadis.
Tim Universitas Islam Indonenesia, Al-Quran dan Tafsirnya, Yogyakarta; UII, 1995,
* Dosen tetap Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia
[1]
Walaupun dalam QS al-Kahfi: 110 dinyatakan bahwa Muhammad adalah
manusia biasa, akan tetapi beliau diberi wahyu yang menjadikannya
sebagai Nabi dan rasul sehingga memilki keistimewaan yang di antaranya
berwujud dimilikinya berbagai mukjizat, salah satunya isra’ dan mi’raj.
Lihat M Quraish Shihab, Wawasan al-Qur’an, (Bandung: MIzan, 1997), hal. 53
[2] Lihat penjelasan Baiquni terkait peristiwa isra’ dan mi’raj yang menantang IPTEK dalam bukunya. Achmad Baiquni, al-Qur’an, Ilmu Pengnertahuan dan Teknologi. (Yogyakarta: Dana Bhakti wakaf, 1994), hal. 108-117
[3] Lihat al-Qur’an Ma’al-Tafsir yang diterbitkan oleh Mauqi’ Ruhul Islam.
[4] Tafsir al-Qurtubi ketika menjelaskan QS al-Najm: 14
[5] Untuk memahami lebih jauh tentang hadits Nabi, baca buku Syaikh Muhammad al-Ghazali yang diterjemahkan menjadi berjudul Studi Kritis Atas Hadits Nabi saw antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual. (Bandung: Mizan, 1996).
[6] Tafsir al-Qurthuby, ketika menafsirkan surat al-Isra’ ayat 1. Al-Quran al-karim Ma’al Tafsir- al-Ishdar al-Khamis, Mauqi’ Ruhul Islam.
[7] Abi al-Fida Ismail bin Umar bin Katsir, Tafsir Ibnu Kasir, Jilid 3. (Riyad: Dar al-Salam li al-Nasyr wa al-Tauzi’, 2001), hal. 1619-1621
[8] Ibid. h. 1622-1623
[9] Tim Universitas Islam Indonenesia, al-Qur’an dan Tafsirnya, (Yogyakarta; UII Press, 1995), hal. 518.
[10] Ibid 1625-1628
[11] Ibibd 1625-1628
Muhasabah CINTAKU
Aku mencintai dan merindukanmu
Mungkinkah kata itu akan terucap dari bibirku untukmu?
Dalam diam kurangkaikan kata-kata dari lubuk hatikuKutitipkan lafadz cinta kepada Pemilik Qalbu
Berharap sampai kedalam hatimu
Sebenarnya coretan ini ingin ku kirimkan kepadamu duhai engkau yang tlah melumpuhkan hatiku
namun hanya lewat bisikan angin kuharap sampai kedalam hatimu
Ingin sekali ku ungkapkan percikan-percikan rasa yang bersarang dihatiku
namun hanya lewat Dia ku curahkan segalanya, semoga Dia mengirimkannya padamu.
Muhasabah CINTAKU ..
Yaa Allah Engkau Maha Mengetahui ..Mungkinkah kata itu akan terucap dari bibirku untukmu?
Dalam diam kurangkaikan kata-kata dari lubuk hatikuKutitipkan lafadz cinta kepada Pemilik Qalbu
Berharap sampai kedalam hatimu
Sebenarnya coretan ini ingin ku kirimkan kepadamu duhai engkau yang tlah melumpuhkan hatiku
namun hanya lewat bisikan angin kuharap sampai kedalam hatimu
Ingin sekali ku ungkapkan percikan-percikan rasa yang bersarang dihatiku
namun hanya lewat Dia ku curahkan segalanya, semoga Dia mengirimkannya padamu.
Muhasabah CINTAKU ..
Tak terkecuali hati yang tak jua luput dari pengetahuanMu..
Baik rasa yang melintas ataupun yang mengendap..
Dan semua itu adalah keagungan takdirMu..
Engkau tahu bahwa kini di hati ini
Bunga-bunga cinta menggusarkan jiwaku
Aku jatuh cinta pada makhluk yang telah Engkau jadikan indah dalam pandanganku
Ku tak ingin rasa ini menutupi pandangan qolbuku dari kekuasaanMu
Duhai penunjuk jalan di kala hati tak tentu arah
Wahai cahaya terang di saat tiba kegelapan
Bentangkan jalan pancarkan cahaya pada mata dan ruang hatiku
Labuhkan perahu layar penuh ombak dan badai di dermaga keridhoaanMu
Aku mengerti bahwa rasa ini bukan sekedar lintasan
Karena bunga-bunga cinta hatiku telah menumbuhkan putik-putik rindu
Begitu susah rasa ini aku palingkan
Apalagi ketika malam datang, bayang hadirnya meramaikan kesendirian
Yaa Allah …
Jika suatu saat nanti telah terkumpul keberanian
Sampai tersingkaplah rasa cinta ini padanya dan walinyaKumohon …
Arahkanlah hati mereka untuk menerimanya
Hingga indahnya bunga cinta mekar dengan sempurna
Namun jika mereka menolaknya
Lewat angin…
kabarkan bahwa dia tak layak untukku
Dan Engkau telah menyiapkan bidadari terbaik untuk diriku
Yang akan Engkau turunkan diantara bintang dan rembulan
Yaa Allah…
sungguh tak ada yang tahu kehendakMu
Bisa jadi Kau hembuskan cinta di hatiku dan dihatinya
Namun tidak bagi wali yang mewakili dirinyaJika itu terjadi…
jangan biarkan kami menempuh jalan yang tidak Engkau Redhoi
Hancurkanlah cinta itu....
Hancurkan rasa itu karena telah tertanam dalam hati mencintainya di atas cinta selainMu
ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH
Yaa Rabb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat
Kabulkanlah do'a hambaMu yg lemah ini.....
Aamiin Yaa Mujibatsailiin ..
AamiinYaa Rabbal 'Alamin..
Ya Allah perkenankan permohonan cintaku
Senin, 19 Mei 2014
Yaa Allah Aku Cemburu
Yaa Allah…
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah pergi ke masjid untuk shalat fardu berjama’ah.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah dalam membaca dan memahami kandungan ayat-ayatMu selepas shalat-shalatnya.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah dalam mengamalkan shalat Dhuha sebelum menjalankan rutinitasnya.
Aku cemburu pada hamba- hambaMu yang beristiqamah dalam menafkahkan sebagian hartanya di jalan fisabilillah.
Aku cemburu dengan hamba-hambaMu yang beristiqamah bershalawat ke atas junjungan mulia kekasihmu, Rasulullah SAW.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah istighfar mohon ampunan dan sentiasa berzikir mengingatMu dalam kesehariannya.
Aku cemburu kepada hamba-hambaMu yang beristiqamah dalam mempelajari ilmu agamaMu.

Aku cemburu kepada hamba-hambaMu yang beristiqamah membina kekuatan rohani dengan menjalankan
qiyamullail di waktu 2/3 malam-malamnya.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah dalam memberikan uswatun hasanah, tanpa banyak berkata-kata.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang shalih…
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang taqwa…
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang takut akan adzabMu yang pedih…
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang bisa merasakan manisnya iman Islam…
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang Kau telah berikan petunjuk padanya…
Yaa Allah…
Atas kemurahanMu sudilah kiranya Kau Istiqamahkan kami dalam ketaatan kepadaMu dan tetapkan langkah kami agar senantiasa berada di jalan agamaMu..
Aamiin Aamiin Yaa mujibatsailiin .. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin .. :(
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah pergi ke masjid untuk shalat fardu berjama’ah.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah dalam membaca dan memahami kandungan ayat-ayatMu selepas shalat-shalatnya.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah dalam mengamalkan shalat Dhuha sebelum menjalankan rutinitasnya.
Aku cemburu pada hamba- hambaMu yang beristiqamah dalam menafkahkan sebagian hartanya di jalan fisabilillah.
Aku cemburu dengan hamba-hambaMu yang beristiqamah bershalawat ke atas junjungan mulia kekasihmu, Rasulullah SAW.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah istighfar mohon ampunan dan sentiasa berzikir mengingatMu dalam kesehariannya.
Aku cemburu kepada hamba-hambaMu yang beristiqamah dalam mempelajari ilmu agamaMu.

Aku cemburu kepada hamba-hambaMu yang beristiqamah membina kekuatan rohani dengan menjalankan
qiyamullail di waktu 2/3 malam-malamnya.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang beristiqamah dalam memberikan uswatun hasanah, tanpa banyak berkata-kata.
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang shalih…
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang taqwa…
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang takut akan adzabMu yang pedih…
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang bisa merasakan manisnya iman Islam…
Aku cemburu pada hamba-hambaMu yang Kau telah berikan petunjuk padanya…
Yaa Allah…
Atas kemurahanMu sudilah kiranya Kau Istiqamahkan kami dalam ketaatan kepadaMu dan tetapkan langkah kami agar senantiasa berada di jalan agamaMu..
Aamiin Aamiin Yaa mujibatsailiin .. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin .. :(
Minggu, 18 Mei 2014
Dekatkanlah Aku dengan Jodohku Yaa Rabb
Yaa Allah, Yaa Rabbi ..
Engkaulah Penguasa alam jagad raya ini,
Engkaulah yang mengatur segala urusan baik di bumi maupun yg ada di langit
aku mengadu kepadaMu, akan segala kelemahanku,
aku mengadu kepadaMu, akan segala kekuranganku,
karena aku lemah TanpaMu Yaa Rabb..
Yaa Allah..
jujur, aku tidak mau hidup sendirian,
aku tidak mau menjalani kehidupan ini seorang diri,
aku ingin ada seseorang yg menemaniku baik di kala senang maupun susah,
aku ingin ada seseorang yg menemaniku, menguatkan hidupku, serta mengerti akan segala keluh kesahku,

Yaa Allah...
ketika aku berucap aku cinta padamu
biarkanlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-MU
agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-MU.Yaa Allah, Yaa Rabbana ..
Pertemukanlah hamba dengan seseorang yg baik,
pertemukanlah hamba dengan seseorang yg MencintaiMu lebih dari segala-galanya, agar kelak ia bisa mencintaiku karenaMu,
bukan mencintaiku hanya karena nafsu semata,
Yaa Allah...
saat aku menyukai seorang teman
ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir sehingga aku tetap bersama yang tidak pernah berakhir.
Kukuhkanlah Yaa Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya..
Tunjukilah jalan-jalannya..
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar..
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu
dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Aku tetap terus menunggumu ..
Aku tetap terus merinduimu..
Segeralah hadir dalam hidupku ..
Permudahkanlah urusan jodohku Yaa Allah..
Hanya engkau yang mengetahui isi hatiku..
Diatas Sajadah ini aku tertunduk ..
meraba rahasia-Mu atas jodoh yang kan kau pilihkan untukku ..
istikharah mencari jawaban untuk menggapai alhub fillah wa lillah ..
dalam doa ku bersimpuh pasrah memohon datangnya jawaban kepada Sang Pemberi hidayah ..
bila jawaban itu masih menggantung di langit maka turunkanlah ..
bila jawaban itu masih terpendam di perut bumi maka keluarkanlah ..
bila jawaban itu sulit ku raih maka mudahkanlah ..
bila jawaban itu masih jauh maka dekatkanlah Yaa Rabb ..
Duhai kekasih sejati,Engkau Maha cahaya, Engkau Cahaya di atas Cahaya,
Dalam kerinduan mendalam, dalam tatih meniti Pintu Cahaya,
Aku di sini, bersimpuh untuk menjemput CINTA ..
Cinta Seseorang Yang telah kau pilihkan semoga kan abadi di dunia dan Akhiratmu kelak ..
Yaa Allah ..
Tuhan yang Maha Memiliki Rahsia ..
Tuhan yang Maha memegang kasih sayang seluruh jiwa kami ..
Tuhan yang Maha Penentu ..
Tuhan yang Maha Menyatukan jiwa-jiwa kami ..
aku merupakan hambamu yang lemah ..
hamba yang tidak mampu mengawal diriku daripada fitrah seorang manusia yang memerlukan teman ..
memerlukan kekasih, memerlukan suami/isteri, memerlukan keluarga..
Yaa Allah ..
aku tidak mampu menahan diriku daripada terjeremus ke dalam kemaksiatan..
Yaa Allah, jika masanya telah tiba, jika apa yang aku mohon ini merupakan sesuatu yang terbaik disisiMu Yaa Allah ..
terbaik buat agamaku Yaa Allah, terbaik buat diriku, keluarga dan seluruh mukminin dan mukminat Yaa Allah ..
maka aku memohon kepadaMu Yaa Allah agar aku ditemukan dengan jodoh yang terbaik di sisiMu ..
Setiap yang terbaik di sisiMu Ya Allah, pasti terbaik buat diriku Ya Allah.
Namun jika masanya untuk dipertemukan dengan jodohku belum tiba Yaa Allah ..
maka aku memohon kepadaMu agar Kau tunjukkan jalan-jalan untuk aku memiliki jodohku Yaa Allah..
Aku memohon agar Kau tunjukkan aku tuntutun-tuntutanMu yang perlu aku lakukan untuk memiliki jodohku Yaa Allah..
Yaa Allah, Tuhan yang Maha Memakbulkan doa ..
Tuhan yang Maha Penentu jodoh ..
jauhkanlah aku daripada kemaksiatan ..
jauhkanlah aku daripada perkara-perkara yang tidak dapat memberikan manfaat ..
jauhkanlah aku daripada perkara-perkara yang Engkau murkai dan perkara-perkara yang menyesatkan diriku Yaa Allah..
ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH
Yaa Rabb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat
Kabulkanlah do'a hambaMu yg lemah ini.....
Aamiin Yaa Mujibatsailiin ..
AamiinYaa Rabbal 'Alamin..
Engkaulah Penguasa alam jagad raya ini,
Engkaulah yang mengatur segala urusan baik di bumi maupun yg ada di langit
aku mengadu kepadaMu, akan segala kelemahanku,
aku mengadu kepadaMu, akan segala kekuranganku,
karena aku lemah TanpaMu Yaa Rabb..
Yaa Allah..
jujur, aku tidak mau hidup sendirian,
aku tidak mau menjalani kehidupan ini seorang diri,
aku ingin ada seseorang yg menemaniku baik di kala senang maupun susah,
aku ingin ada seseorang yg menemaniku, menguatkan hidupku, serta mengerti akan segala keluh kesahku,

Yaa Allah...
ketika aku berucap aku cinta padamu
biarkanlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-MU
agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-MU.Yaa Allah, Yaa Rabbana ..
Pertemukanlah hamba dengan seseorang yg baik,
pertemukanlah hamba dengan seseorang yg MencintaiMu lebih dari segala-galanya, agar kelak ia bisa mencintaiku karenaMu,
bukan mencintaiku hanya karena nafsu semata,
Yaa Allah...
saat aku menyukai seorang teman
ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir sehingga aku tetap bersama yang tidak pernah berakhir.
Kukuhkanlah Yaa Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya..
Tunjukilah jalan-jalannya..
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar..
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu
dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Aku tetap terus menunggumu ..
Aku tetap terus merinduimu..
Segeralah hadir dalam hidupku ..
Permudahkanlah urusan jodohku Yaa Allah..
Hanya engkau yang mengetahui isi hatiku..
Diatas Sajadah ini aku tertunduk ..
meraba rahasia-Mu atas jodoh yang kan kau pilihkan untukku ..
istikharah mencari jawaban untuk menggapai alhub fillah wa lillah ..
dalam doa ku bersimpuh pasrah memohon datangnya jawaban kepada Sang Pemberi hidayah ..
bila jawaban itu masih menggantung di langit maka turunkanlah ..
bila jawaban itu masih terpendam di perut bumi maka keluarkanlah ..
bila jawaban itu sulit ku raih maka mudahkanlah ..
bila jawaban itu masih jauh maka dekatkanlah Yaa Rabb ..
Duhai kekasih sejati,Engkau Maha cahaya, Engkau Cahaya di atas Cahaya,
Dalam kerinduan mendalam, dalam tatih meniti Pintu Cahaya,
Aku di sini, bersimpuh untuk menjemput CINTA ..
Cinta Seseorang Yang telah kau pilihkan semoga kan abadi di dunia dan Akhiratmu kelak ..
Yaa Allah ..
Tuhan yang Maha Memiliki Rahsia ..
Tuhan yang Maha memegang kasih sayang seluruh jiwa kami ..
Tuhan yang Maha Penentu ..
Tuhan yang Maha Menyatukan jiwa-jiwa kami ..
aku merupakan hambamu yang lemah ..
hamba yang tidak mampu mengawal diriku daripada fitrah seorang manusia yang memerlukan teman ..
memerlukan kekasih, memerlukan suami/isteri, memerlukan keluarga..
Yaa Allah ..
aku tidak mampu menahan diriku daripada terjeremus ke dalam kemaksiatan..
Yaa Allah, jika masanya telah tiba, jika apa yang aku mohon ini merupakan sesuatu yang terbaik disisiMu Yaa Allah ..
terbaik buat agamaku Yaa Allah, terbaik buat diriku, keluarga dan seluruh mukminin dan mukminat Yaa Allah ..
maka aku memohon kepadaMu Yaa Allah agar aku ditemukan dengan jodoh yang terbaik di sisiMu ..
Setiap yang terbaik di sisiMu Ya Allah, pasti terbaik buat diriku Ya Allah.
Namun jika masanya untuk dipertemukan dengan jodohku belum tiba Yaa Allah ..
maka aku memohon kepadaMu agar Kau tunjukkan jalan-jalan untuk aku memiliki jodohku Yaa Allah..
Aku memohon agar Kau tunjukkan aku tuntutun-tuntutanMu yang perlu aku lakukan untuk memiliki jodohku Yaa Allah..
Yaa Allah, Tuhan yang Maha Memakbulkan doa ..
Tuhan yang Maha Penentu jodoh ..
jauhkanlah aku daripada kemaksiatan ..
jauhkanlah aku daripada perkara-perkara yang tidak dapat memberikan manfaat ..
jauhkanlah aku daripada perkara-perkara yang Engkau murkai dan perkara-perkara yang menyesatkan diriku Yaa Allah..
ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH
Yaa Rabb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat
Kabulkanlah do'a hambaMu yg lemah ini.....
Aamiin Yaa Mujibatsailiin ..
AamiinYaa Rabbal 'Alamin..
Rabu, 14 Mei 2014
Padang Mahsyar (Kuharap Syafaatmu Yaa Rosulullah)
Sekelumit “Kisah Masa Depan”
Rasulullah Saw. Pernah menuturkan sekelumit “kisah masadepan” kepada para sahabat. Kelak Allah mengumpulkan seluruh manusia dari yangpertama hingga yang terakhir dalam suatu daratan. Pada hari itu mataharimendekat kepada mereka dan manusia ditimpa kesusahan serta penderitaan yangmereka tidak kuasa menahannya.
Di antara merka ada yang berkata, “Tidakkah kalian lihat apayang telah menimpa kita, tidakkah kalian mencari orang yang bias member sya’faatkepada Rabb kalian?’
Yang lain lalu menimpali, “Bapak kalian adalah Adam a.s.”akhirnya mereka mendatangi Adam lalu berkata, “Wahai Adam, Anda bapak manusia,Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh kepadamu, danmemerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepadamu, dan menempatkanmudi surge. Tidakkah engkau syafaati kami kepada Rabb-mu? Apakah tidak kausaksikan apa yang menimpa kami?
Maka Adam berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari inisedang marah yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akanmarah sesudahnya, dan sesungguhnya Dia telah melarangku untuk mendekati pohon (khuldi), tetapi aku langgar. Nafsi nafsi (aku mengurusi dirikusendiri), pergilah kalian kepada selainku, pergilah kepada Nuh a.s”
Lalu mereka segera pergi menemui Nuh a.s. dan berkata, “WahaiNuh, engkau adalah Rasul dan Allah telah memberikan nama kepadamu seorang hambayang bersyukur (‘abdan syakuura), tidakkah engkau saksikan apa yang menimpakami, tidakkah engkau lihat apa yang terjadi pada kami? Tidakkah engkau berikami syafaat menghadap Rabb-mu?”
Maka Nuh berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marahdengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akanmarah sesudahnya. Sesungguhnya aku punya doa, yang telah kugunakan umtukmendoakan (celaka) atas kaumku. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilahkepada Ibrahim a.s
Mereka segera menemui Nabi Ibrahim dan berkata, “WahaiIbrahim, engkau adalah Nabi dan kekasih Allah dari penduduk bumi, syafaatilahkami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang menimpa kami?”
Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marahdengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dansesungguhnya aku telah berbohong tiga kali. Nafsi, nafsi, pergilah kepadaselainku, pergilah kalian kepada Musa a.s.!”
Kemudian mereka segera pergi ke Nabi Musa a.s,d an berkata, “WahaiMusa, engkau adalah utusan Allah. Allah telah memberikan kelebihan padamudengan risalah dan kalam-Nya atas sekalian manusia. Syafaatilah kami kepadaRabb-m! tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
Musa berkata, “Sesunggunya Rabb-ku pada hari ini marahdengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akanmarah sesudahnya. Dan sesungguhnya aku telah membunuh seseorang yang aku tidakdiperintahkan untuk membunuhnya. Nafsi, nafsi, pergilah kalian kepada selainku,pergilah kalian kepada Isa a.s.!”
Kemudian mereka pergi menemui Nabi Isa a.s, dan berkata, “WahaiIsa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang dilontarkan kepada Maryam,serta ruh dari-Nya. Dan engkau telah berbicara kepada manusia semasa dalamgendongan. Mohonkanlah syafaat bagi kami kepada RAbb-mu! Tidakkah kau lihat apayang kami alami?”
Nabi Isa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marahdengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akanmarah sesudahnya. Nafsi, nafsi, pergilah, pergilah kepada Muhammad Saw.!”
Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad Saw. Dan berkata, “WahaiMuhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telahmengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan dating. Syafaatilah kami kepadaRabb-mu, tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
Lalu Nabi Saw. Pergi menuju bawah ‘Arasy. Di sana beliaubersujud kepada Rabb, kemudian Allah membukakan kepadanya puji-pujian-Nya, danbetapa indahnya pujian-Nya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepadaseseorang pun sebelum Nabi Muhammad, “Wahai Muhammad, amgkat kepalamu,mintalah, niscaya kau diberi, dan berilah syafaat niscaya akan dikabulkan!”
Nabi mengangkat kepala dan berkata, “Umatku, wahai Rabb-ku. Umatkuwahai Rabb-ku. Umatku, wahai Rabb-ku!”
Kemudian Allah menyampaikan kepdanya, “Wahai Muhammad. Masukkanke surge di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah kanan dari sekianpintu surge, mereka memiliki hak bersama dengan manusia yang lain pada selainpintu tersebut dari pintu-pintu surga,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Saw. Pernah menuturkan sekelumit “kisah masadepan” kepada para sahabat. Kelak Allah mengumpulkan seluruh manusia dari yangpertama hingga yang terakhir dalam suatu daratan. Pada hari itu mataharimendekat kepada mereka dan manusia ditimpa kesusahan serta penderitaan yangmereka tidak kuasa menahannya.
Di antara merka ada yang berkata, “Tidakkah kalian lihat apayang telah menimpa kita, tidakkah kalian mencari orang yang bias member sya’faatkepada Rabb kalian?’
Yang lain lalu menimpali, “Bapak kalian adalah Adam a.s.”akhirnya mereka mendatangi Adam lalu berkata, “Wahai Adam, Anda bapak manusia,Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh kepadamu, danmemerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepadamu, dan menempatkanmudi surge. Tidakkah engkau syafaati kami kepada Rabb-mu? Apakah tidak kausaksikan apa yang menimpa kami?
Maka Adam berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari inisedang marah yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akanmarah sesudahnya, dan sesungguhnya Dia telah melarangku untuk mendekati pohon (khuldi), tetapi aku langgar. Nafsi nafsi (aku mengurusi dirikusendiri), pergilah kalian kepada selainku, pergilah kepada Nuh a.s”
Lalu mereka segera pergi menemui Nuh a.s. dan berkata, “WahaiNuh, engkau adalah Rasul dan Allah telah memberikan nama kepadamu seorang hambayang bersyukur (‘abdan syakuura), tidakkah engkau saksikan apa yang menimpakami, tidakkah engkau lihat apa yang terjadi pada kami? Tidakkah engkau berikami syafaat menghadap Rabb-mu?”
Maka Nuh berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marahdengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akanmarah sesudahnya. Sesungguhnya aku punya doa, yang telah kugunakan umtukmendoakan (celaka) atas kaumku. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilahkepada Ibrahim a.s
Mereka segera menemui Nabi Ibrahim dan berkata, “WahaiIbrahim, engkau adalah Nabi dan kekasih Allah dari penduduk bumi, syafaatilahkami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang menimpa kami?”
Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marahdengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dansesungguhnya aku telah berbohong tiga kali. Nafsi, nafsi, pergilah kepadaselainku, pergilah kalian kepada Musa a.s.!”
Kemudian mereka segera pergi ke Nabi Musa a.s,d an berkata, “WahaiMusa, engkau adalah utusan Allah. Allah telah memberikan kelebihan padamudengan risalah dan kalam-Nya atas sekalian manusia. Syafaatilah kami kepadaRabb-m! tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
Musa berkata, “Sesunggunya Rabb-ku pada hari ini marahdengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akanmarah sesudahnya. Dan sesungguhnya aku telah membunuh seseorang yang aku tidakdiperintahkan untuk membunuhnya. Nafsi, nafsi, pergilah kalian kepada selainku,pergilah kalian kepada Isa a.s.!”
Kemudian mereka pergi menemui Nabi Isa a.s, dan berkata, “WahaiIsa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang dilontarkan kepada Maryam,serta ruh dari-Nya. Dan engkau telah berbicara kepada manusia semasa dalamgendongan. Mohonkanlah syafaat bagi kami kepada RAbb-mu! Tidakkah kau lihat apayang kami alami?”
Nabi Isa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marahdengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akanmarah sesudahnya. Nafsi, nafsi, pergilah, pergilah kepada Muhammad Saw.!”
Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad Saw. Dan berkata, “WahaiMuhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telahmengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan dating. Syafaatilah kami kepadaRabb-mu, tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
Lalu Nabi Saw. Pergi menuju bawah ‘Arasy. Di sana beliaubersujud kepada Rabb, kemudian Allah membukakan kepadanya puji-pujian-Nya, danbetapa indahnya pujian-Nya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepadaseseorang pun sebelum Nabi Muhammad, “Wahai Muhammad, amgkat kepalamu,mintalah, niscaya kau diberi, dan berilah syafaat niscaya akan dikabulkan!”
Nabi mengangkat kepala dan berkata, “Umatku, wahai Rabb-ku. Umatkuwahai Rabb-ku. Umatku, wahai Rabb-ku!”
Kemudian Allah menyampaikan kepdanya, “Wahai Muhammad. Masukkanke surge di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah kanan dari sekianpintu surge, mereka memiliki hak bersama dengan manusia yang lain pada selainpintu tersebut dari pintu-pintu surga,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jumat, 09 Mei 2014
Birrul Walidain
يَارَبَّنَا يَارَبَّنَا إغْفِرْلَنَا ** وَوَالِدِيْنَا والْمَشَايِخْ أجْمَعِيْن
Duh pangeran kulo nyuwun pangapuro
Kanggo tiyang sepah soho guru kulo
Ugi kangge kulo lan muslim sedoyo
ing mekah madinah lan sak alam dunyo
Duh pangeran kulo nyuwun kesaenan
Kanggo poro putro lan putri harapan
Mugi saget nerusaken perjuangan
Njagi islam lan akidah keimanan
Duh pangeran kulo nyuwun kawelasan
kanggo poro guru kang paring tuntunan
Tuntunan agami soho sesrawungan
Ingkang manfaati ing gesang bebrayan
Mugi gusti ALLAH ngumpulake kito
Ugi tiyang sepah lan guru sedoyo
Sareng nabi lan wong kang sholeh ing surgo
Mugi ALLAH mboten nolak donga kito
Mugi kito sedoyo khusnul khotimah
Ing akhire mongso nalikane pejah
Sholawat lan salam selawase mongso
Mugi katur ing nabi kang nulung kito
Duh pangeran kulo nyuwun pangapuro
Kanggo tiyang sepah soho guru kulo
Ugi kangge kulo lan muslim sedoyo
ing mekah madinah lan sak alam dunyo
Duh pangeran kulo nyuwun kesaenan
Kanggo poro putro lan putri harapan
Mugi saget nerusaken perjuangan
Njagi islam lan akidah keimanan
Duh pangeran kulo nyuwun kawelasan
kanggo poro guru kang paring tuntunan
Tuntunan agami soho sesrawungan
Ingkang manfaati ing gesang bebrayan
Mugi gusti ALLAH ngumpulake kito
Ugi tiyang sepah lan guru sedoyo
Sareng nabi lan wong kang sholeh ing surgo
Mugi ALLAH mboten nolak donga kito
Mugi kito sedoyo khusnul khotimah
Ing akhire mongso nalikane pejah
Sholawat lan salam selawase mongso
Mugi katur ing nabi kang nulung kito
Langganan:
Postingan (Atom)



